Apakah kita wajib bangga jika menjadi seorang wibu ?. Adakah memiliki hobi menonton anime, baca manga, baca light novel, dan ngehalu bareng waifu patut untuk dibanggakan ?.
Berikut langsung saja kita ulas mengapa banyak wibu yang berbangga diri dan malah senang dipanggil sebagai wibu.
Bangga menjadi seorang wibu

"I AM A WEEABOO AND I PROUD OF IT"
Hobi dengan hal yang bernuansa jejepangan sudah umum kita temui dalam dunia maya / internet. Banyak netizen dari seluruh dunia yang menggunakan profile bergambar anime, dan mereka bangga dengan hal tersebut.
Mereka bangga dengan keadaannya tersebut. Dan pada akhirnya merekapun membuat sebuah komunitas maupun forum di internet guna untuk menjalin silahturahmi sesama penghobi hal jejepangan. Katakanlah komunitas dan forum wibu di dunia maya, khususnya di media sosial.
Dari banyaknya kesamaan hobi yang mereka miliki. Sebut saja mudahnya seperti hobi nonton anime dan baca manga. Maka otomatis banyaknya anggota komunitas tersebut menjadi sebuah ikon tersendiri, yang pada akhirnya memunculkan rasa bangga didalam diri.
Dari semangat solidaritas sesama weeaboo tersebutlah muncul sebuah kebanggaan yang menyatukan perbedaan diantara mereka. Tidak peduli asal negara mereka dari mana, warna kulitnya apa, asalkan sesama wibu, langsung dianggap teman, auto friend gan. Sama-sama "
cultured people". ๐คฃ
โAh, I See You're a Man of Culture As Wellโ
Alasan saya bangga menjadi wibu
Apakah admin blog ini seorang wibu ?. Tidak gan, saya hanya seorang manusia biasa yang kebetulan suka dengan anime dan manga saja. Sehingga saya tidak terlalu bangga-bangga amat dikatain wibu. Dan saya juga berusaha menyembunyikan hobi nonton anime dan baca manga di dunia nyata. Karena agak gimana gitu jika dipandang orang lain ๐.
Kembali ke topik utama kita, kira-kira berikut
alasan seseorang yang bangga menjadi seorang wibu.
- Wawasanku luas banget
Yup gan, banyak wibu yang merasa bangga dengan kewibuannya dikarenakan mereka merasa bangga memiliki pengetahuan diatas rata-rata. Misalnya mengetahui tentang budaya jepang, nikmatnya nonton anime, merasa jadi cultured people, open minded, dan sebagainya. Dari rasa melebih-lebihkan pengetahuan dan perasaan berbangga diri tersebutlah para wibu memperoleh semangat juang. Atau memperoleh rasa percaya diri dan kebanggaannya.
- Jenuh dengan dunia nyata
Bagi kebanyakan wibu, dunia nyata itu bagaikan penjara. Dunia tidak seindah yang dibayangkan. Tidak ada waifu / husbu yang menarik seperti di anime. Kehidupan di dunia nyata membosankan. Banyak masalah dalam kehidupan, dan lain sebagainya. Sehingga mereka lari dari kenyataan dan terus terjebak dalam dunia wibu.
Demi mewujudkan impian yang tidak terwujud di dunia nyata, maka para wibu tersebut secara tidak sadar mulai masuk kedalam dunia khayalan. Mereka bahagia dengan hobinya, dan akhirnya kelewatan, melampaui batas. Dan lahirlah generasi wibu yang bangga dengan kewibuannya. Dan mereka bahagia dengan hal tersebut. Karena mereka tahu dunia nyata itu memuakkan. Dan menjadi wibu adalah salah satu jalan dari banyak jalan untuk mencapai kebahagiaan.
- Cuma ikut-ikutan saja
Yap, banyak bocil didalam komunitas otaku wibu di medsos. Mereka berlomba-lomba membuat meme bangga menjadi wibu. Dan tidak tahu apa maksudnya hal tersebut. Yang penting asik, have fun, ikut bercanda tawa. Maka kampanye "saya bangga menjadi seorang wibu" dapat terus dilanjutkan.
Kira-kira ke-3 alasan klasik itulah yang membuat banyak wibu menjadi bangga dengan status dirinya sendiri. Dan tak jarang ada juga yang ngaku bangga jadi "degenerate", walaupun sebagian besar cuma meme semata. ๐
โ Baca juga :
โ Apa itu ekspresi TeeHee dalam anime ?
โ Perbedaan wibu, otaku dan animers
โ Penyebab dan awal mula seseorang menjadi wibu dan otaku
โ Dampak positif dan negatif jadi wibu dan otaku